Posts

Showing posts from 2021

Bila Orang Medan Masak Pindang Lampung

Image
  Yang namanya pindang, tentu semua orang tahu. Semua bisa dimasak pindang mulai dari telur, ikan, dan daging. Waktu kami tinggal di Lampung, Alhamdulillah suamiku pernah mengajak kami makan di resto tengah kota. Yang dimakan itu, kepala ikan patin kuah bening pedas, diracik dengan rempah bumbu. Kebayanglah kan enaknya kalau dimakan pas musim hujan. Nah...sekali makan aku belum suka. Pas kedua kalinya diajak ke tempat yang beda, disitulah aku jatuh cinta sama pindang. Kenapa cuma makan pindang sampe dibikin tulisan? Ya iyalah, soalnya selama ini aku ga pernah makan ikan patin, lele, dan sejenis ikan berkumis lainnya. Dipikiranku, ikan-ikan berkumis itu ga enak. Eh ternyata pas dimasak pindang oleh orang yang tepat, enak juga. Pas kali kedua itu aku makan pindang patin, dari penampakannya, ikan itu dimasak dengan bumbu yang digiling kasar, dicampur dengan irisan nenas. Disinilah naluri emak emakku muncul. Bagaimana cara supaya bisa sering makan enak, tanpa harus beli. #kekep d

Ketika si Kakak Bertanya Tentang Sifat Tomboi

Image
  Bismillah . Hari Minggu kemarin, aku libur masak. Jadi siangnya kami keluar ke  sekitar rumah untuk  makan siang. Ada aku, suamiku, dan anak-anak.  Saat mobil kami melaju, si sulung (selanjutnya aku sebut Kakak), mengajukan pertanyaan. Anak kami ada dua. Si Kakak, perempuan umur duabelas tahun. Dan Adeknya laki-laki umur delapan tahun. “Bunda. Aku ini kan gak seperti Bunda? Aku suka pakai celana panjang, aku suka olahraga taekwando, aku juga suka lari-lari. Aku tomboi kan Bun?” tanya si Kakak yang duduk di sampingku. Di depan, suamiku menyetir mobil. Dan disebelah suamiku, duduk anak kedua kami. “Enggak.” Jawabku. “Lho kok Bunda bilang begitu? Lihat aja sekarang. Bunda suka pake rok, sedangkan aku suka pakai celana panjang.” Dia heran dengan jawabanku. “Suka pakai celana panjang, gakpapa yang penting atasannya selutut. Suka olahraga bela diri, itu bagus. Suka lari-lari juga gakpapa, itu sehat. Kita ini perempuan jadi ya tetap berpakaian dan bertindak sebagai perempuan. G

Sebuah Review Film Nussa Rara. Ketika kepercayaan Orangtua ke anak, Membuat anak jadi Bisa.

Image
  Hari Minggu kemarin, tanggal 31 Oktober 2021, kami sekeluarga menonton film Nussa di Bioskop XXI dekat rumah. Sebenarnya sudah lama ingin menonton tapi baru sempat sekarang. Sedikit flashback awal aku tahu Nussa Rara ya, dari anak anak waktu mereka nonton serialnya di TV. Ceritanya bagus, khas anak-anak. Ada Nussa yang serius, juga Rara yang gemesin. The best partnya adalah, film sebagus dan seharu biru ini, buatan Indonesia!  Waktu lihat thrillernya, aku pikir ini biasa saja. Ternyata film ini,  luar biasa! Sekilas, serial Nussa diperuntukkan bagi anak-anak. Tapi Nussa mampu memikat semua umur. Ada satu moment dimana waktu aku nonton serial Nussa, yang sejak kecil, sudah pakai kaki palsu. Nussa ingin sekali ikut kursus sepak bola. Berulangkali Nussa minta izin ke bundanya yang dia panggil Umma, tetap tidak bisa. Sampai akhirnya izin itu turun, dilatarbelakangi satu kejadian. Umma jatuh di kamar, dan Nussa  berusaha menopang tubuh Umma, dengan kakinya. Masyaa Allah, Nussa b

Kucing Tetangga

Image
Sejak kecil, aku bukan pecinta kucing. Pun sampai menikah dan punya anak, aku masih jaga jarak dengan kucing. Bukan apa-apa, aku sadar diri tidak telaten. Sampai kemudian, si sulung kami meminta kepada ayahnya, untuk diberikan anabul. Itupun dengan catatan, dia yang urus semuanya. Emak lepas tangan. Anabul kami sepasang, jantan dan betina. Si Sulung begitu sayang dengannya. Apalagi memang itu kucing, lagi lucu-lucunya. Lalu kuteringat, bahwa pernah lima bulan lalu, ada kucing ras dewasa yang suka mampir ke rumah kami. Kucingnya bersih, lucu. Dia pernah masuk rumah kami dan tak mau keluar. Satu yang kuingat adalah, kucing ini sering tidur di teras rumahku. Dan menyebabkan helm yang kutaruh di teras, dan kursiku, bau pesing kucing. Apa yang kulakukan kemudian?  Aku tanya di grup ibu ibu, siapa yang punya kucing itu. Alhamdulillah besoknya kucing itu tidak berkeliaran lagi. Kemungkinan sudah diamankan pemiliknya. Dengan keterbatasan pengalamanku di dunia anabul, ingin kusampaikan. Jika ad

Ingin Jadi Blogger

Image
  Dua bulan terakhir, aku dilanda galau. Ingin mencoba bisnis baru yaitu jadi bakulan makanan. Sebelumnya aku sempat mencoba beberapa bidang, tapi tidak fokus. Mulai dari jualan skin care, reseller baju, sampai MLM. Karena memang tidak fokus, hasilnya ya, begitulah, xixixi. Ada orang dengan tipe jualan palugada, sukses di semua bidang. Sementara aku, mencoba palugada, tapi gagal. Arti gagal disini tidak selalu berakhir dengan kerugian. Menjalani usaha dengan setengah hati, juga membuatku merasa gagal.  Lho, kok bisa menjalani usaha setengah hati? Iya. Karena passionku bukan di situ. Lalu apa passionku? Passion adalah sesuatu yang kita merasa senang melakukannya, baik senang maupun susah. Segera kuingat, ada satu hal yang rutin kulakukan dari dulu sampai sekarang. Menjadi semacam kebutuhan. Yaitu menulis. Apa? Menulis? Iya. Minimal dua hari sekali aku menulis, entah di Facebook, atau di HP. Kadang ikut grup penulis cerita anak, walau masih amatiran. Aku suka artikel non fiksi.

Resep Bolu Enak Tanpa Pengembang Tanpa Pelembut

Image
Alhamdulillah, sejak pandemi melanda, ada satu hobi baru yang aku tekuni, yaitu baking tingkat amatir. Untuk orang lain mungkin sudah biasa. Tapi untukku, ini luar biasa. Hobi ini kian kuat karena toko kue jauh,  xixixi.  Nah kebetulan kemarin aku buat cake marmer. Dari beberapa resep yang pernah kucoba, ini yang paling moist atau lembut. Sensasi rasanya beda karena tanpa pengembang, tanpa pelembut.  Pernah nyoba resep lain, suamiku nanya, kok ga seenak biasanya? Akhirnya balik lagi ke selera asal. Dulu waktu kecil, Mamaku juga sering beli kue dari tetangga yang jualan bolu. Nah rasa bolunya itulah yang terekam di lidahku. Mirip rasa cake marmer yang ini. Kita langsung saja ya. Resep: Law Thomas Recook : Rizka Amita Bahan A: 330gr margarin/butter 200gr gula halus Bahan B: 8 butir kuning telur Bahan C: 200gr tepung protein rendah 25gr susu bubuk 1/2sdt vanilla bubuk Bahan D: 20gr coklat bubuk 1/2sdt pasta bubuk Bahan E: 7 butir putih telur 25gr gula pasir Cara buat: 1. Mixer bahan A sam

Kisah Hijrahku di Makassar

Image
  Bismillahirrahmanirrahim Melanjutkan tulisan sebelumnya, tentang awal kami kenal kajian Sunnah. Jadi tak lama setelah aku mengaji di Lampung, suamiku dimutasi ke Makassar. Aku yang sempat galau, akankah pengajian ini berlanjut, akhirnya berdoa. Ya Allah, aku ridho dengan kepindahan ini. Tapi kumohon berikan kami lingkungan yang baik. Anak anakku semoga dapat sekolah yang baik. Menaiki pesawat Subuh hari meninggalkan kota Lampung, terasa berat. Kutahan rasa di dada.  Hari itu, kembali baju dan  rok jeans A line  yang kupakai. Rok satu satunya. Sebenarnya bajuku banyak, tapi kebanyakan celana. Saat ini aku berusaha lebih sering pakai rok. Mau beli baju baru terasa nanggung. Nanti saja setelah urusan pindah selesai, kan kubeli rok dua atau tiga lagi.  Bersama suami, aku membawa dua balita dan barang yang banyak (saat itu belum berlaku bayar bagasi jadi kami dapat duapuluh lima kg bagasi per orang. Total empat orang, dapat bagasi seratus kg). Barang yang kubawa lumayan banyak. Betul betu

Tips Menjauhkan Diri dari Insecure

Image
      Pernah Gak kamu merasa insecure dengan orang sekitarmu? Kalau pernah, tandanya kita sama. Aku bukan pernah, tapi sering.  Insecure itu apa? Sejenis rendah diri. Mereka saudara kembar. Mirip jelangkung. Datang tak diundang. Pulang gak tahu kapan. Seperti hari ini, aku insecure dengan postingan seseteman yang pagi-pagi sudah masak, punya anak kecil, rumah udah rapi, masaknya pakai bumbu asli lagi. Itu semua dilakukan mandiri tanpa ART. Kalau aku, bisa sih pagi masak. Tapi mesti ada bantuan. Yang bantu, Mbak yang kerja, datang jam tujuh, pulang jam sepuluh. Tapi tak selalu ada.  Jangan dibilang orang yang punya ART itu dominan orang punya. Tidak juga. Zaman punya bayi, babyblues, ekonomi sulit, salah satu faktor yang buat aku sembuh itu, adalah keberadaan ART. Walau duit tipis, gimana cara pikiran tetap waras. Bisa urus anak dua yang juga ASI eksklusif dominan direct breastfeeding. Walau pada akhirnya, cincin nikah suka disekolahin sebulan sekali ke pegadaian, demi menggaji ART. Tia

Tujuh Tips Liburan Anti Bucin

Image
Sebentar lagi libur panjang. Setiap libur panjang, ada di antara kita yang bersiap piknik atau jalan dengan orang tersayang. Semua sah sah saja jika kesayangan adalah pasangan sah. Lalu bagaimana kalau orang tersayang itu, belum sah? Misalnya, pacar atau teman yang ajak liburan berdua, menginap pula? Nah, ini yang harus diwaspadai. Kalau aku pribadi sebenarnya tak suka dengan pacaran, TTM, atau apalah namanya. Tapi ada personal di sekitarku yang berpacaran.  Kemarin sempat kubaca salah satu berita menyedihkan. Bahwa setiap akhir tahun, trend penjualan kond*m malah meningkat. Yang bikin kepala pusing adalah, berdasarkan pengakuan sellernya, sebagian pembeli justru anak muda, entah nikah atau tidak. Iklan h*t*l pun ramai. Terpampang diskon habis habisan. Kita pikir karena Corona maka orang akan di rumah saja. Nyatanya...enggak. Ada yang cuek. Ada juga yang tergoda, lalu memesan kamar untuk liburan. Apakah yang check in di hotel itu semua pasangan sah? Apakah yang ngajak ABG ke gubuk gubu

Pengalaman Melahirkan Minim Sakit baik Normal Maupun SC

Image
  Tidak hanya pada persalinan normal, hypnobirthing juga bisa diterapkan sebelum dan setelah operasi SC. Pengalamanku melahirkan anak kedua secara SC, awalnya aku tidak terima. Apalagi sudah bukaan tujuh dan aku merasa kuat, bahkan masih bisa berjalan.  Sayangnya angka bukaan tujuh, tetaplah tujuh dari tengah malam ke subuh. Sementara denyut jantung bayiku melemah. Atas saran dokter, juga persetujuanku dan suami, akhirnya perutku dibelah. Rasanya gimanaa gituu. Tapi aku segera ingat poin utama Hypnobirthing, selalu berdoa, tenang dan menerima. Alhamdulillah operasi berjalan lancar, aku juga cepat pulih. Satu minggu setelah SC, aku sudah melakukan semua tugas rumah tangga. Awalnya kukerjakan perlahan, tapi seiring berjalannya waktu, rutinitasku kembali normal seperti sebelum melahirkan. Tidak perlu sedih mendengar komentar orang. Banyak mitos seputar SC yang kalau dipikirkan, selain gak benar, bikin kita tambah sedih. Menerima kenyataan akan membuat ibu lebih cepat sembuh pasca operasi