Posts

Showing posts from September, 2021

Kisah Hijrahku di Makassar

Image
  Bismillahirrahmanirrahim Melanjutkan tulisan sebelumnya, tentang awal kami kenal kajian Sunnah. Jadi tak lama setelah aku mengaji di Lampung, suamiku dimutasi ke Makassar. Aku yang sempat galau, akankah pengajian ini berlanjut, akhirnya berdoa. Ya Allah, aku ridho dengan kepindahan ini. Tapi kumohon berikan kami lingkungan yang baik. Anak anakku semoga dapat sekolah yang baik. Menaiki pesawat Subuh hari meninggalkan kota Lampung, terasa berat. Kutahan rasa di dada.  Hari itu, kembali baju dan  rok jeans A line  yang kupakai. Rok satu satunya. Sebenarnya bajuku banyak, tapi kebanyakan celana. Saat ini aku berusaha lebih sering pakai rok. Mau beli baju baru terasa nanggung. Nanti saja setelah urusan pindah selesai, kan kubeli rok dua atau tiga lagi.  Bersama suami, aku membawa dua balita dan barang yang banyak (saat itu belum berlaku bayar bagasi jadi kami dapat duapuluh lima kg bagasi per orang. Total empat orang, dapat bagasi seratus kg). Barang yang kubawa lumayan banyak. Betul betu

Tips Menjauhkan Diri dari Insecure

Image
      Pernah Gak kamu merasa insecure dengan orang sekitarmu? Kalau pernah, tandanya kita sama. Aku bukan pernah, tapi sering.  Insecure itu apa? Sejenis rendah diri. Mereka saudara kembar. Mirip jelangkung. Datang tak diundang. Pulang gak tahu kapan. Seperti hari ini, aku insecure dengan postingan seseteman yang pagi-pagi sudah masak, punya anak kecil, rumah udah rapi, masaknya pakai bumbu asli lagi. Itu semua dilakukan mandiri tanpa ART. Kalau aku, bisa sih pagi masak. Tapi mesti ada bantuan. Yang bantu, Mbak yang kerja, datang jam tujuh, pulang jam sepuluh. Tapi tak selalu ada.  Jangan dibilang orang yang punya ART itu dominan orang punya. Tidak juga. Zaman punya bayi, babyblues, ekonomi sulit, salah satu faktor yang buat aku sembuh itu, adalah keberadaan ART. Walau duit tipis, gimana cara pikiran tetap waras. Bisa urus anak dua yang juga ASI eksklusif dominan direct breastfeeding. Walau pada akhirnya, cincin nikah suka disekolahin sebulan sekali ke pegadaian, demi menggaji ART. Tia

Tujuh Tips Liburan Anti Bucin

Image
Sebentar lagi libur panjang. Setiap libur panjang, ada di antara kita yang bersiap piknik atau jalan dengan orang tersayang. Semua sah sah saja jika kesayangan adalah pasangan sah. Lalu bagaimana kalau orang tersayang itu, belum sah? Misalnya, pacar atau teman yang ajak liburan berdua, menginap pula? Nah, ini yang harus diwaspadai. Kalau aku pribadi sebenarnya tak suka dengan pacaran, TTM, atau apalah namanya. Tapi ada personal di sekitarku yang berpacaran.  Kemarin sempat kubaca salah satu berita menyedihkan. Bahwa setiap akhir tahun, trend penjualan kond*m malah meningkat. Yang bikin kepala pusing adalah, berdasarkan pengakuan sellernya, sebagian pembeli justru anak muda, entah nikah atau tidak. Iklan h*t*l pun ramai. Terpampang diskon habis habisan. Kita pikir karena Corona maka orang akan di rumah saja. Nyatanya...enggak. Ada yang cuek. Ada juga yang tergoda, lalu memesan kamar untuk liburan. Apakah yang check in di hotel itu semua pasangan sah? Apakah yang ngajak ABG ke gubuk gubu

Pengalaman Melahirkan Minim Sakit baik Normal Maupun SC

Image
  Tidak hanya pada persalinan normal, hypnobirthing juga bisa diterapkan sebelum dan setelah operasi SC. Pengalamanku melahirkan anak kedua secara SC, awalnya aku tidak terima. Apalagi sudah bukaan tujuh dan aku merasa kuat, bahkan masih bisa berjalan.  Sayangnya angka bukaan tujuh, tetaplah tujuh dari tengah malam ke subuh. Sementara denyut jantung bayiku melemah. Atas saran dokter, juga persetujuanku dan suami, akhirnya perutku dibelah. Rasanya gimanaa gituu. Tapi aku segera ingat poin utama Hypnobirthing, selalu berdoa, tenang dan menerima. Alhamdulillah operasi berjalan lancar, aku juga cepat pulih. Satu minggu setelah SC, aku sudah melakukan semua tugas rumah tangga. Awalnya kukerjakan perlahan, tapi seiring berjalannya waktu, rutinitasku kembali normal seperti sebelum melahirkan. Tidak perlu sedih mendengar komentar orang. Banyak mitos seputar SC yang kalau dipikirkan, selain gak benar, bikin kita tambah sedih. Menerima kenyataan akan membuat ibu lebih cepat sembuh pasca operasi

Bila Kuliah di Jurusan yang bukan Pilihan

Image
 

Tips Aman Motoran Setiap Hari untuk Ibu dan Anak buat

Image
  Membaca berita di detik, angka pengguna kendaraan roda dua alias sepeda motor di Indonesia, lebih dari seratus juta unit motor. Angka ini tidak aneh, mengingat jumlah penduduk Indonesia per 2019, sudah 260 juta orang. Belum angka di tahun 2020. Apalagi kalau satu keluarga punya dua unit sepeda motor. Karena kemudahannya, sepeda motor menjadi pilihan mayoritas sebagai transportasi utama. Jika orang dewasa naik motor, itu biasa. Yang tak biasa adalah, kita jumpai pengguna sepeda motor, membawa anak diboncengan, tanpa alat pengaman. Bayi dibawah setahun, masih bisa dibawa pakai kain gendong. Tapi bayi di atas setahun yang sudah bisa duduk, tak aman lagi digendong saat berkendara. Apalagi ibunya sendiri yang bawa motor, dan tak ada pendamping.  Yang lebih ngenes,  si bayi tadi, hanya didudukkan di depan/belakang, tanpa alat pengaman, bahkan sekedar jarik. Misalnya sesebapak atau seseibu bernama A bawa motor tanpa pengaman. Tangan kirinya pegang perut bayi, tangan kanannya pegang gas moto

Delapan Tips Berhasil ASI di Masa Pandemi

Image
 

Sampah Kita Tanggungjawab Kita

Image
Bismillah. Sebentar lagi akan wiken. Pastilah ya, kita punya rencana tuk menghabiskan jalan-jalan. Ada yang mau keluar kota, jalan jalan ke pantai, joging pagi, dan sarapan setelah joging pagi. Cita cita kurus tinggal mimpi, hihihi. Membayangkannya tentu indah. Setelah lima hari rutinitas harian, trus ketemu wiken yang serasa bebas mo ngapain aja. Maka...wiken memang menjadi hari bersantai. Usai sholat Subuh, gak perlu mandi pagi, bisalah sebentar duduk duduk lihat TV, lihat HP, atau duduk di teras rumah. Khusus emak emak, bolehlah ya...pagi ini kita libur masak. Beli sarapan saja. Etapi...ini kan hari libur. Daripada 'cuma' beli sarapan pagi, kenapa kita gak sekalian olahraga ke taman kota? Kan sehat? Nanti sarapannya usai joging. Sampai disini semua makin indah.  Nah.. sampai di taman kota, ternyata banyak yang jual sarapan. Ada bubur kacang ijo, nasi uduk, nasi kuning, bubur sumsum, bahkan bubur bayi  juga ada. Wih..mantep ini. Gak perlu capek capek cari sarapan, habis jogin

Tips Senam di Rumah untuk Orang Sibuk

Image
Ada yang pernah merasa gemuk? Merasa ukuran baju makin besar? Kalau pernah...tandanya kita sama. Mak, ada yang cita cita langsing tapi hobi makan? Kalau ada...kita sejenis. Mak,  ada jugakah yang gak tega sama sisa makanan anak? Kalau ada, mari bikin grup WA. Mak seluruhnya, adakah yang  jarang senam? Kalau begitu, kita sama lagi, hehehe. Apa Marimar? Senam? Lu gak tahu  aku sibuk? Pagi siang malam urus anak dan keluarga? Mana sempat mau senam? Apalagi kalau ke sanggar keluar rumah, makin gak sempat ya kan? Ini jawaban seseemak sebut saja namanya Bunga, saat ditanya kenapa gak sempat olahraga (padahal hari hari punya waktu satu jam buat internetan). Selalu ada alasan. Mau nge Jim itu...butuh dana. Dana bulanan, belum baju senam yang  harganya lumayan, belum dress code kalau arisan. Sementara diri ini...dari segi dana dan waktu, masih kurang. Kadang dana ada, waktu ada. Eh, bayi kecil tak bisa ditinggal. Maunya nemplok emaknya seharian. Kan susah keluar rumah? Belum antar jemput anak, b

Mari Banyak Bersabar

Image
  Dulu....seorang sahabat yang tengah disiksa para Quraisy Mekah, mengadu pada Rasulullah SAW.  "Duhai Rasulullah, mintalah pada Allah, agar meringankan beban kaum muslimin yang ramai mendapat penyiksaan." Apa kata Rasulullah? Mereka disuruh bersabar. Sabar yang sulit. Sangat sulit. Kondisi kita hari ini gak ada apa apanya dengan para sahabat. Diminta pun bersabar mengajari anak dirumah, tak sampai sabar yang sama. Gakpapa merasa lemah. Ada Allah tempat mengadu. Tapi jangan merasa menderita cuma kita yang punya anak harus SFH. Sulit mengajari anak dirumah...dijalani saja. Selama makan masih cukup. Rumah ada tempat berlindung  Bisa beribadah Suami sehat, anak sehat Kuota masih ada  Tak perlu keluar rumah Mari banyak banyak bersabar, banyak bersabar. Karena hari ini...banyak orang yang ingin ada diposisi kita, tapi tak bisa🥺

Awal Kenal Kajian Sunnah Part 1

Image
  Saat itu tahun duaribulimabelas. Didorong rasa ingin tahu, aku beranikan diri untuk mengaji. Tepatnya mencari pengajian. Penampilanku sehari hari masih celana panjang, baju kaos sepaha atau selutut . Jilbab Alhamdulillah selalu menutup dada. Walau tak panjang panjang amat. Bertahun sebelumnya, aku juga sering berdoa, Ya Allah, pertemukan aku dengan teman teman yang baik, teman yang membimbingku, dan mau menegurku jika salah. Melihat perkembangan zaman dan umur yang semakin tua, juga sudah punya anak, rasanya aku butuh pengajian. Dulu waktu kuliah, aku sempat ikut kajian. Berhenti setelah bekerja. Dan kini mencari lagi.    Tahun 2015, dorongan mengaji semakin kuat. Bertepatan di depan rumahku ada mesjid yang sesekali ada pengajian ibu ibu bercadar. Aku tidak tahu nama pengajiannya apa. Tapi setiap melihat mereka, Masyaa Allah, aku iri sekali. Dalam hatiku, kapan aku bisa? Begitu ingin seperti mereka. Tapi selalu ada bisikan dalam hati yang berkata. Hei, mundur saja, nanti kamu m