Pengalaman Melahirkan Minim Sakit baik Normal Maupun SC

 



Tidak hanya pada persalinan normal, hypnobirthing juga bisa diterapkan sebelum dan setelah operasi SC. Pengalamanku melahirkan anak kedua secara SC, awalnya aku tidak terima. Apalagi sudah bukaan tujuh dan aku merasa kuat, bahkan masih bisa berjalan. 

Sayangnya angka bukaan tujuh, tetaplah tujuh dari tengah malam ke subuh. Sementara denyut jantung bayiku melemah. Atas saran dokter, juga persetujuanku dan suami, akhirnya perutku dibelah. Rasanya gimanaa gituu.

Tapi aku segera ingat poin utama Hypnobirthing, selalu berdoa, tenang dan menerima. Alhamdulillah operasi berjalan lancar, aku juga cepat pulih. Satu minggu setelah SC, aku sudah melakukan semua tugas rumah tangga. Awalnya kukerjakan perlahan, tapi seiring berjalannya waktu, rutinitasku kembali normal seperti sebelum melahirkan.

Tidak perlu sedih mendengar komentar orang. Banyak mitos seputar SC yang kalau dipikirkan, selain gak benar, bikin kita tambah sedih. Menerima kenyataan akan membuat ibu lebih cepat sembuh pasca operasi yang pasti memberi dampak positif pada bayi. Ada yang lebih penting daripada sekedar galau karena operasi, yaitu usaha kita memberi ASI eksklusif sebagai hak bayi.

Walau orang bilang pasien SC ASI-nya sedikit, selalu ingat itu ‘kata orang’, gak ada teorinya. Kita yang menentukan mau ikut ‘kata orang’, atau mau idealis dan tetap usaha memberi anak ASI eksklusif. Banyak, pasien SC yang sukses ASI eksklusif, tidak masalah ia IRT atau bekerja. Jadikan anda salah satunya.  

Bagi ayah dan bunda, ini bayimu, ini darah dagingmu, mau orang komentar apapun, gak akan ngefek kalau kalian punya sikap. Apalagi kalau kita yakin, berada di jalur yang benar. 

Tak ada yang perlu disesali. Semakin cepat kita menerima kenyataan SC ini, semakin baik untuk kita.

Bila kontraksi datang dan bukaan terus bertambah, mulut jangan tegang. Karena otot di mulut ada hubungannya dengan otot vagina. Kalau mulut tegang, maka vagina ikut tegang, yang berakibat lambatnya bukaan jalan lahir. 

Perlu diingat, adalah hal yang salah jika kita panik ketika kontraksi datang, apalagi bernapas pendek-pendek. Ini cuma di sinetron ikan terbang, tak patut dicontoh. 

Kalau kita bernapas pendek-pendek, maka porsi oksigen yang kita hirup akan berkurang. Dampak ikutannya adalah, oksigen yang diterima bayi di dalam rahim, juga berkurang. Lebih fatal lagi, bayi bisa meninggal di dalam perut karena kita sendiri. Kenapa dibilang ceroboh? Karena harusnya tenang, malah panik dengan bernapas pendek-pendek. 
Ini sangat berbahaya. 

Sebaliknya jika ibu tenang dan bernapas teratur, maka bayi akan mendapat cukup oksigen. Sehingga bayi akan mudah untuk mendorong dirinya keluar dan ibu bisa melahirkan normal. Oh ya, selama proses bersalin, kehadiran suami di samping istri sangat penting. Penting bagi suami untuk tetap tenang, dan mengingatkan istri untuk tenang juga. Istilahnya, hadirmu…menguatkanku. Cieee…cie….! 

Bersebab panduan dari buku juga, sejak hamil muda, aku sudah meminta suami tuk mendampingi di ruang bersalin. Kami juga mencari klinik yang membolehka suami masuk ke ruang bersalin. Aku meminta suami untuk tenang. Mudah-mudahan karena tenang dan saling menyemangati, persalinan berjalan lancar.

Dalam Hypnobirthing, ada dikenal istilah, rasa takut menyebabkan sakit. Atau rasa sakit menyebabkan takut. Dengan Hypnobirthing, kita bisa mempersiapkan tubuh ibu hamil, menghadapi rasa takut dan rasa sakit, secara bersamaan.  Hingga akhirnya, bisa mencapai harapan persalinan yang nyaman, ibu  dan bayi sehat selamat, Aamiin.

Demikian pengalamanku tentang Hypnobirthing. Semoga ada manfaat di dalamnya. Untuk pemahaman yang lebih dalam, sebaiknya teman-teman membaca langsung buku buku tentang Hypnobirthing.

Bekasi, 15 Oktober 2020
Rizka Amita Ridwan
Penulis Buku 'Yes, You Can. Diary ASI Ibu Baru dan Perjuangan Menghadapi Babyblues'

Untuk pemesanan buku bisa WA ke 0877 7564 0471 bisa via sopi.
Harga 50k.

           





           


           

           
       



Comments

Popular Posts