Tujuh Tips Liburan Anti Bucin



Sebentar lagi libur panjang. Setiap libur panjang, ada di antara kita yang bersiap piknik atau jalan dengan orang tersayang. Semua sah sah saja jika kesayangan adalah pasangan sah. Lalu bagaimana kalau orang tersayang itu, belum sah? Misalnya, pacar atau teman yang ajak liburan berdua, menginap pula? Nah, ini yang harus diwaspadai.

Kalau aku pribadi sebenarnya tak suka dengan pacaran, TTM, atau apalah namanya. Tapi ada personal di sekitarku yang berpacaran. 

Kemarin sempat kubaca salah satu berita menyedihkan. Bahwa setiap akhir tahun, trend penjualan kond*m malah meningkat. Yang bikin kepala pusing adalah, berdasarkan pengakuan sellernya, sebagian pembeli justru anak muda, entah nikah atau tidak. Iklan h*t*l pun ramai. Terpampang diskon habis habisan. Kita pikir karena Corona maka orang akan di rumah saja. Nyatanya...enggak. Ada yang cuek. Ada juga yang tergoda, lalu memesan kamar untuk liburan. Apakah yang check in di hotel itu semua pasangan sah? Apakah yang ngajak ABG ke gubuk gubuk pinggir pantai itu, orang waras?

Disinilah harga diri kita dipertaruhkan. Si Mbek esalah...si Mbeb chat ngajak pergi,. [Kamu nanti Aku nikahin, ayo ikut sini]

Kamu jawab, "Enggaklah, Kita kan baru pacaran. Ngapain nginap?"

Dari Mbeb muncul pesan lagi, [Kamu cinta Aku, kan? Mana buktinya?]

Sekuat apapun iman, kalau kesempatan di depan mata, pas pula setan lewat (atau setan belum lewat), peluang zina sangat besar. Kalau sudah terjadi, siapa yang rugi? Perempuanlah yang rugi. Laki mah jejaknya tak ada. 

Karena itu, menjelang pergantian tahun  ini, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan daripada jalan jalan tak jelas yang ujungnya zina. Apa saja alternatif kegiatan itu ?

1. Tetap di rumah saja. 
Ingat ini masih Corona. Bepergian seperlunya. Banyak yang bisa dilakukan dirumah.    

2.  Mau keluar karena bosan di kosan/di rumah?
Masih bisa tapi, jalan jalan hanya ke tempat terbuka, bersama keluarga atau teman yang dipercaya, itupun waktu hari terang, bukan menjelang malam. Semakin malam semakin membuka peluang terjadinya zina. Zina itu tak selalu di hotel. Di kebon kebon pun ada. Catatan tentang di kebon kebon ini, mohon lebih waspada. Pria yang mengajakmu ke kebon kebon, ke semak semak, tanpa urusan yang jelas, dipastikan  orang jahat.

Waktu keluar rumah usahakan berdoa semoga dilindungi Allah, sehat selamat sampai kembali.

3. Berdoa dan Belajar
Belajar? Gak salah? Ya enggaklah. Misalnya, liburan ini belajar bahasa Arab, belajar pakai hijab syar'i, belajar motor, belajar mobil, belajar masak, belajar bahasa Inggris, banyak.

4. Pacarku orang baik baik, tak mungkin kami khilaf.
Tak ada yang menjamin kita bebas khilaf. Sekelas Nabi Yusuf saja bisa digoda, apalagi kita yang imannya tipis ini? Jadi, tetap jaga jarak ya. Sebagai manusia biasa, namanya pacar, bisa meminta ini itu. Padahal dilihat dari sudut apapun, dia belum berhak atas diri kita. Kebayang kan, pas nginap berdua, terus dia pegang ini itu. Dia minta berhubungan intim, lalu kita bilang tidak mau. Kita jauh dari rumah, cuma berdua pula. Pilihan ada dua, menerima atau memukul kepalanya pakai batu besar. Walau dia ancam tinggalin kita di tengah jalan, biarin. 

5. Ada tikus mati di lumbung. Yang dibakar, tikusnya, atau lumbungnya? Perumpamaan ini bisa dipakai, jika memang tak mau ada perzinaan, maka jauhi sumbernya. Jangan cari peluang. Kalau sudah terjadi, resiko tanggung sendiri. 

6. Teruntuk pria juga
Untuk pria tamvan yang hari ini masih sendiri, mohon lebih selektif. Jika ada wanita yang mengajak pergi ke tempat sunyi, menginap, berdua saja. Lebih baik jauhi  Kalau dia maksa, putusin. Tidak ada wanita baik baik mau berduaan, maksa pula. 
Selain tipe orang yang maksa berduaan, ada lagi tipe calon mesti dijauhi, yaitu yang sebelum menikah, sudah minta materi. Misalnya sebelum menikah, dia sudah minta ke kita, untuk renovasi rumahnya. Atau minta dibelanjain baju tas bermerek. Lalu minta perbaiki pagar rumah neneknya.  Dia bilang, mumpung akhir tahun jadi kasih dia duit sebagai tanda cinta. Jika statusnya masih belum nikah dan kita juga bukan berlebih, ya jangan kasih. 
Cinta tak seberat itu. Bagi yang belum menikah, cinta boleh, bucin jangan. Nanti sudah dibeliin macam macam, eh si dia malah nikah dengan orang, kumenangissss.

7. Untuk sesama orangtua, kakak, abang, yuk kita lebih kenali teman teman anak/adik kita. Waspada jika anak/adik kita di ajak temannya, jangan abai. Biarlah dibilangin kolot karena tak mau hura hura menghabiskan waktu di luar rumah. Biarin dibilang kudet, gak gaul. Biarin dibilang sok alim. Biar dibilang sok baik. Daripada sok jahat.

 

Bekasi, 17 Des 2020. Menulis setelah melihat berita, penjualan k*nd*m meningkat di akhir tahun. Semoga tahun ini dan selanjutnya menurun, Aamiin.



 

Comments

Popular Posts