Bandarlampung adalah ibukota Provinsi Lampung. Provinsi Lampung adalah pintu ke pulau Sumatera dari Jawa. Terdiri dari 20 kecamatan dan 126 kelurahan, kota Bandar Lampung memiliki populasi sekitar 1,2 juta jiwa. Sebelumnya ibukota provinsi Lampung adalah Tanjung Karang. Sejak 1982, kota Tanjung Karang dan Teluk Betung dijadikan satu menjadi Bandar Lampung.

Kota Bandar Lampung terletak di ujung Selatan pantai Sumatera. Aku mengenal kota Bandar Lampung tahun 2014 saat mengikuti suami yang mutasi kerja ke sana. Aslinya, aku warga Medan.

Menaiki jalur udara bisa dua kali penerbangan ke Bandar Lampung. Misalnya dari Medan-Jakarta-Bandar Lampung. Surabaya-Jakarta-Bandar Lampung. Ada juga penerbangan sekali jalan Medan-Bandar Lampung tetapi mahal. Memasuki jelang Lebaran begini, buat kamu yang mau ke atau dari Bandar Lampung, sebaiknya beli tiket ya. Selain jalur udara, kamu juga bisa bepergian lewat jalur darat dan laut. Tinggal dipilih sesuai kondisi kita masing-masing.


Lalu apa saja ciri khas kota Bandar Lampung yang perlu diketahui pendatang? Mari kita baca satu persatu.


  1. Biaya Hidup Murah,

Biaya hidup menjadi tolok ukur keinginan orang menetap di satu kota. Biaya hidup di Bandar Lampung lebih murah dibanding kota Medan. Apalagi dibanding Jakarta. Sayuran dan ikan murah. Hal ini  karena tanahnya yang subur. 

Aku jadi ingat, seumur-umur aku baru lihat buah alpukat jumbo ya di kota Bandar Lampung, tepatnya di halaman rumah sendiri. Pohon Alpukat itu ditanam oleh ibu pemilik rumah sebelumnya. Ini saja sudah cukup dijadikan bukti kalau tanah di Lampung itu subur.



Mengutip dari mediaindonesia.com, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memaparkan, Lampung memiliki 41 % dari luas total wilayah yang bisa menjadi lokasi budidaya laut dan wisata Bahari. 

Dengan potensi budidaya laut yang besar, harga ikan jadi lebih murah.


  1. Banyak pantai,

Berada di Ujung Selatan Pulau Sumatera, membuat provinsi Lampung berhadapan langsung dengan lautan luas. Di kota bandarlampung saja ada sepuluh pantai, misalnya:


a. Pantai Mutun,

b. Pantai Klara,

c. Pantai Sari Ringgung,

d. Pantai Tanjung Setia,

e. Pantai Pahawang,

f. Pantai Canti

g. Pantai Kelagian,

h. Pantai Balak,

i. Pantai Walur,

j. Pantai Wartawan,

k. Pantai Marina Kalianda.


       3.  Biaya sekolah murah,

            Biaya pendidikan termasuk alasan
            memilih domisili. 

       4. Lebih kecil dari Jakarta,

Mengutip Wikipedia, luas kota Bandar Lampung  adalah 197,22 km persegi. Bandingkan dengan DKI Jakarta yang mencapai 7.659,02 meter persegi. Sepersepuluh dari DKI Jakarta saja tidak sampai. 

Hal ini membuat kamu akan terbebas dari kemacetan dan ‘tua-tua di jalan’ kalau kamu tinggal di Bandar Lampung. Kemana-mana dekat. Kota ini lebih kecil dari Jakarta.

Ke sekolah anak, ke pasar, ke kantor, ke rumah ibadah, ke mall, ke gym, ke salon, ke klinik kesehatan, semua dekat. Sebuah spek lokasi tempat tinggal yang jadi idaman emak-emak. 


      5.  Menara Siger,

Menara Siger adalah ikon kota Bandar Lampung. Menara ini terletak di pelabuhan Bakauheni. Bagi penumpang kapal bisa melihat langsung Menara Siger saat keluar atau masuk ke pelabuhan Bakauheni. Uniknya hampir semua kantor dan bangunan besar di Bandar Lampung, memasang gapura Siger di gerbang atau di atas bangunannya.

Menara Siger juga jadi salah satu souvenir kota Bandar Lampung. Kamu bisa membeli Siger dalam bentuk miniatur, bros, dan gantungan kunci, di toko oleh-oleh terdekat.


    6.   Tempat Konservasi Gajah Sumatera,

Tempat konservasi gajah di Lampung dinamakan Way Kambas. Taman ini didirikan Belanda tahun 1937. Tetapi pusat pelatihannya didirikan pada  1985. Letaknya di Lampung Timur, kecamatan Labuhan Ratu.

Selain gajah, ada juga badak Sumatera, harimau Sumatera, dan buaya Sepit di area khusus. Di Taman Nasioanal Way Kambas ada juga rumah sakit khusus gajah. Gajah yang  jadi korban perburuan  liar diobati di sini.


    7.     Jago Nyeruit

Nyeruit adalah tradisi berkumpul di Lampung, sambil makan dengan sambal. Tidak ketinggalan ikan bakar, pindang ikan baung, dan lalapan. Awalnya menu nyeruit hanya ada di acara keluarga. Tetapi sekarang sudah menjadi menu resto. Dimana-mana ada!

Cobain Geh!


   8.   Adat Istiadat

Secara umum, bahasa di daerah Lampung terbagi dua yaitu, bahasa Pepadun dan Saibatin. Pepadun adalah sisistem masyarakat adat yang hidup di tengah provinsi Lampung. Sedangkan Saibatin adalah sistem komunikasi masyarakat adat pesisir yang ada di Lampung. Adapun nama pakaian adatnya adalah Tulang Bawang. Dan rumah adatnya bernama Nuwou Sesat atau Balai Agung.


Demikianlah sekilas mengenai kota Bandar Lampung. Untuk kamu yang akan ke Bandar Lampung, sekarang sudah tahu kalau kota ini nyaman. Apalagi sejak dulu Lampung sempat jadi daerah transmigrasi. Jadi jangan heran kalau kota Bandar Lampung dihuni oleh multi etnis. Sehingga kota Bandar Lampung welcome dengan pendatang.



           Referensi 

https://mediaindonesia.com/nusantara/453478/potensi-kelautan-dan-perikanan-lampung-sangat-besar


https://lampungprov.go.id/detail-post/taman-nasional-way-kambas-pesona-gajah-sumatera-di-alam-lampung


SHARE 10 comments

Add your comment

  1. Habis ini saya mau search info, siger itu apa. Apakah alat kecantikan perempuan Bandar Lampung? Kalau ga salah ditaruh di kepala semacam mahkota kan ya? Maaf kan jika informasi siger ini memang masih minim saya dapat
    Keponakan saya juga sekarang kuliah di Bandar Lampung semoga selesai sampai tuntas.

    BalasHapus
  2. aih setelah baca blog ini jadi langsung pengen jalan-jalan ke Lampung untuk main ke pantai dan gunungnya

    BalasHapus
  3. Awww...Lampung emang banyak pantainya kece-kece pula ...saya pernah tinggal di Lampung selama 4 tahun di gedong meneng

    BalasHapus
  4. Salahs atu yang belum kesampaian soal Lampunga dalah saya ingin ke Way Kambas, belum kesampaian sampai sekarang mba, pengen traveling ke sana

    BalasHapus
  5. Wah jadi penasaran saya sama kota bandarlampung apalagi di posisinya dekat dengan pulau Jawa ya jadi kayaknya kalau mau ke jawa nggak terlalu mahal. He

    BalasHapus
  6. Jadi pingin migrasi sana nih. Tapi saya juga ngerti sedikit daerahnya. Karena kalau pulkam biasa lewat Lampung dulu

    BalasHapus
  7. Wah masih tinggal di Bandar Lampung mbak? Meskipun bukan asli Lampung tapi aku lahir dan besar di Lampung, tepatnya di Bandar Lampung. Meskipun sekarang ikut suami pindah ke Tangerang untuk bekerja, tapi lampung selalu menjadi tempat yang nyaman untuk pulang. Bener banget Lampung cocok menjadi salah satu destinasi wisata alam yang sangat direkomendasikan, selain pantainya Lampung juga memiliki banyak wisata alam lain yang keren banget.

    BalasHapus
  8. Bicara tentang Lampung, auto kangen anak. Anakku mondok di Kalianda. Kalau ke sana, kami selalu menyempatkan diri ke pantai. Lampung kota kenangan buatku. Duh, kan jadi melow 😁.

    BalasHapus
  9. Alhamdulillah, saya pernah ke Lampung Mbak, ke kampus IAIN Metro, kampus 2 nya lalu menginap di hotel Randu ...hotelnya agak tinggi tempatnya. Suka banget suasana pas di Lampung ini.

    BalasHapus
  10. Wah, sudah lama sekali rasanya gak ke Lampung. Mungkin terakhir 20 tahun lebih. Berkunjung ke sana bersama almarhum ayahanda. Sempat mampir ke Way Kambas untuk melihat gajah. Sekarang rasanya ingin juga pergi ke Lampung lagi. Beberapa spot seperti Pantai Pahawang rasanya seru dan cantik ya Mbak.

    BalasHapus

Terimakasih telah singgah di rumahami. Mohon tidak meninggalkan link di kolom komentar. Admin menerima endorse dan kerjasama.

© Tempat Lihat Suka Suka · Designed by Sahabat Hosting