Tips Memasak Rendang Padang Lezat Ala Rumahami.




Yang namanya rendang, pasti semua orang tahu. Konon rendang adalah makanan terenak sedunia.  Berhubung sebentar lagi Ramdhan, kali ini aku mau share cara memasak rendang Padang ala rumahami. Tips ini  aku pakai kalau memasak rendang. 

Mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu. Tapi jika ada sobat rumahami sudah recook resep rendang dan belum berhasil, tips ini bisa dicoba. Karena resep  sudah teruji. Tapi sebuah hidangan tak cuma butuh resep. Ia juga butuh pemilihan bahan dan cara masak yang spesial  menguji kesabaran, huhuhu.   

Rendang bisa jadi makanan penggugah selera waktu puasa. Makanya di sebagian orang di Indonesia,  menyiapkan rendang sebagai hidangan sahur. Nah, kali ini aku mau sharing  tips masak rendang yang enak. Kalau resep tentatif ya. Masing-masing punya resep andalan.

Lalu apa saja tips memasak rendang? Mari kita baca.


1. Pakai daging fresh.

Daging sapi fresh, biasanya ada di pasar, dipotong hari itu atau malam sebelum dibawa ke pasar. Dagingnya juga belum kena es. Tapi, daging fresh  cepat habis di pasar. Jadi, cara cepat mendapat daging fresh, adalah pesan ke tukang sayur langganan.
 
Pesannya pakai embel-embel, harus yang fresh ya. Harus beneran daging rendang. Mahal sedikit gakpapa. Kalau tidak ada,, jangan beli. Secara umum, ciri daging sapi fresh itu, warnanya merah agak gelap. Aromanya segar. Suhu normal, tidak beku. 

Disini sobat rumahami juga perlu tahu, beda antara daging sapi dan daging babi. Aku tidak punya dokumentasi pribadi foto daging babi. Tapi teman-teman bisa cari foto daging babi lalu bandingkan dengan warna daging sapi. Daging babi warnanya merah muda, agak pink.

Menjelang puasa atau Lebaran, kadang muncul penjual daging oplosan. Seramnya lagi oplosannya adala daging babi. Ciri utama daging oplosan, bisa dilihat dari harga ya. Jangan tergiur harga murah. Kita ingin makan enak dan halal, jangan sampai termakan yang haram. Daripada ragu, mari kita kembali ke menu sahur lejen yaitu endog ceplok, xixixi.



2. Beli daging utuh.



Dulu, aku kalau beli daging untuk rendang, ya seketemunya. Daging sop ketemu, ya daging SOP direndang. Tetelan ketemu, tetelan direndang. Tapi pas sudah jadi, kenapa ini rendang bentuknya ga sama dengan masakan Neneknya anak-anak ya? Apalagi soal rasa, jauh! 

Jika dibeli utuh, kita bisa potong daging sesuai selera kita. Bentuk potongan daging rendang umumnya ada dua. Pertama kotak kubus berukuran 4-5 cm. Kedua petak persegi panjang ukuran sekitar 8x3 cm, dengan ketebalan 2 cm. Bisa saja lebih besar. Nah, cara masak kita ikut menentukan bentuk potongan daging rendang.

Rendang dimasak minimal dua jam. Tapi kalau mau dimasak sampai hitam, bisa 3-4 jam. Daging yang cocok dimasak untuk rendang, adalah daging bagian paha belakang atau sengkel, disebut juga daging kelapa. Bentuknya padat, tanpa lemak. Tapi ada juga yang pakai has dalam (tenderloin), atau has luar (sirloin)

Baik daging sengkel, has dalam, maupun gas luar, bisa dipakai untuk rendang. Kalau tidak dapat daging sengkel, daging has  juga OK. Asal jangan daging SOP dijadikan rendang. Kurang enak rasanya.

Perlu diingat, daging sengkel yang padat, tetap bisa hancur jika dimasak lama apalagi kalau santannya kebanyakan air. Jadi kita perlu untuk memperkirakan kapan daging dimasukkan. Bisa juga daging  dimasukkan setelah bumbu rendang setengah jadi. So rendangnya tidak hancur jika dimasak lama.


3.  Memotong jangan searah serat daging, supaya tidak hancur saat dimasak lama.




Kebetulan tadi pagi aku beli daging sapi. Jadi pas sekalian aku foto. Gambar yang aku lingkari adalah arah serat daging. Karena itu arah potongan harus berbeda dengan arah serat. Memasak rendang kan lama, diaduk berulangkali. Jangan sampai itu daging yang dibeli dengan harga mahal, hancur tak berbentuk. 

Apalagi kalau hendak dihidangkan untuk tamu. Dan setengah tamunya bisa masak. Nanti serasa ikut master chef kalau mereka makan masakan kita. Tapiii...kalau masakannya enak , pujian sepanjang masa akan kita dapat. Perlukah masak enak karena ingin dipuij? Sesekali perlu ya kan? Emak emak itu kalau dipuji, cantiknya bertambah dua kali.



4. Pakai santan asli

Maksudnya adalah pakai santan yang diperas dari kelapa asli., bukan santan instant. Pemakaian santan asli berpengaruh pada tekstur bumbu rendang. Bisa sebenarnya pakai santan instant tapi hasil akhirnya beda jauh dengan santan asli.

Apakah harus santan kelapa yang diperas sendiri di rumah? Tidak ya Mom. Tinggal cari  di sekitar kita, tempat jual santan yang fresh, tidak tengik. Soalnya aku pernah, waktu belum mengerti masak memasak, beli santan seketemunya. Pas dimasak, kok bau tengik. Walhasil itu daging ga kemakan deh. Jatuhnya malah mubazir.

Dan kuingat ingat memang ember penampungan santan dari penjualnya, kotor. Huhuhu, sedih pokoknya. Sekarang kalau mau belanja aku nanya ke tetangga atau cari cari juga dimana yang bersih. Soalnya kalau meras kelapa sendiri butuh waktu. 

Untuk memasak rendang, dibutuhkan lebih banyak santan kental daripada santan encer. Aku juga baru tahu akhir akhir ini , setelah diberitahu oleh Mamang tukang sayur.



5. Pakai bumbu dari Ibu kandung atau Ibu mertua.

Nah, poin kelima ini penting banget. Karena resep dari Ibu atau mertua kan sudah teruji. Bisa juga pesan bumbu rendang ke teman atau penjual yang dirkomendasikan. Tapi, misalnya ni, kita suku A. Pesan bumbu rendangnya ke teman yang juga suku A. Soalnya beda suku, beda pula resep rendangnya. Takutnya tidak cocok di lidah. Pakai bumbu rendang instant juga enak. Tapi kembali ke selera masing-masing.



6. Pakai wajan besi tebal  warna hitam..

Memasak rendang butuh waktu lama jadi butuh wajan tebal.   Pemakaian wajan tipis padahal masaknya lama,. daging bisa hangus.

Dulu aku pernah dengar kalau masak rendang yang bagus itu, pakai kuali jadul yang terbuat dari besi hitam. Rendang yang dimasak bisa hitam. Dipikir pikir iya juga. Aku punya satu. Tapi pas diperhatikan, ternyata warna hitam dari rendang, berasal dari warna wajannya. Kan jadi ngeri.

Sampai  aku temukan di google cara supaya dapat rendang warna hitam, adalah dengan tidak memakai kunyit di bumbu rendang. Tapi kok foto rendang di poin 1 tidak hitam? Nah balik lagi ke kebutuhan kita. Kebetulan kami sukanya rendang yang rada coklat. Tapi kalau mau sampai hitam, tinggal tambah durasi masaknya 1-2 jam. Rendang yang awalnya coklat juga bisa jadi hitam setelah  dipanaskan lagi. Saat memasak rendang, wajannya jangan ditutup ya. Kalau ditutup, nanti rendangnya basah, tidak kering. 

Untuk memasak rendang, pakai saja wajan yang ada. Yang penting jangan terlalu tipis atau terlalu kecil. Dan jangan ditinggal rebahan. Bahaya! 

Bicara tentang rendang, abaikan sementara tentang kolesterol ya. Yang jelas makanan ini memang bisa membuat nasi di rice cooker cepat habis, hehehe.



Demikianlah tips memasak rendang padang lezat ala rumahami. Sobat rumahami juga punya tips lain seputar rendang Padang lezat? Sharing yuuk!










Comments

  1. Kalau bikin rendang, yang masih banyak PR memang cara potong daging. Kelihatan mudah tapi kalau tidak titen jadi sulit.

    Plus yang membuat tambah sedep dan warnanya menarik itu daun kunirnya/ kunyit ya? Ini yang kadang sering terlupa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak. PR nya banyak. Kalau rendang Padang kata orang orang, yang bagus warna hitam. Tapi beda selera juga. Yang buat sedap, karena dimasak bumbunya rame🤤

      Delete
  2. Wah ilmu penting nih kalau saya sering potong daging ya ngasal aja. Ternyata ada tekniknya hhihihi makasih ya infonya

    ReplyDelete
  3. Belum pernah bikin rendang dari awal, tim yang beli di rumah makan padang aja 😂
    Tapi nanti kucoba sesekali bikin rendang ah, makasih resep dan tipsnya

    ReplyDelete
  4. Waah noted, aku save ah buat lebaran nanti hehehe.. Jadi pengen belajar bikin rendang juga nih

    ReplyDelete
  5. Dirumah masih ada daging sapi nih, jadi ingin eksekusi resep mbak ami nih. Memang ya wajan hitam atau wajan baja lebih pas buat masak yang bersantan dan dimasak lama

    ReplyDelete
  6. izin save ya mbak, karena informatif sekali, dan bisa diterapkan pas bikin rendang hari raya, in syaa Allah

    ReplyDelete
  7. Noted mbak, biar rendang gak hitam, gak usah pakai kunyit ya. Aku suka semua jenis rendang sih, tapi mau coba yang tidak berwarna hitam.

    ReplyDelete
  8. ternyata buat rendang harus daging segar ya,kadang sy hanya potong-potong dulu, simpan freezer, masaknya nanti kalau luang hehehe

    ReplyDelete
  9. Duh jadi ngiler nih abis baca ini. Secara saya ini wong Jowo yang doyan rendang walaupun ga pinter2 amat masaknya. Seringnya beli. Ternyata begitu ya tipsnya. Makasih :)

    ReplyDelete
  10. Saya belum bisa nih masak rendang, masih ngandelin yang dibuatin ibu atau gak ya beli di Warung Nasi Padang wkwkwk. BTW, saya baru tahu lho memotong jangan searah dengan arah serat itu. Ilmu baru nih, walau belum bisa bikin rendangnya hahahha

    ReplyDelete
  11. Sebagai penikmat ikan2an aku jarang banget makan rendang apalagi masak. Cuman suka aja nonton orang bikinnya hehehe

    ReplyDelete
  12. Oke well notes memotong jangan searah serat daging biar ngga hancur yah. Iya juga nih. AKu biasnaya kalo bikin rendang juga pake santan asli sih.

    ReplyDelete
  13. wah aku tak pandai urusan dapur, tapi aku pernah mengiris daging dan bener jadi hancur hehehe saat aku masak agak lama . kata orang jawa ngempel gitu ga kliatan dagingnya

    ReplyDelete
  14. bener banget masak rendang jangan pake kunyit
    saya asli orang minang
    dari kecil sudah biasa masak rendang
    tidak pake kunyit dan kelapa gonseng
    tapi tetap hitam

    ReplyDelete
  15. saya pernah sekali masak rendang dan wow ternyata lama juga ya masak rendang sampai 4 - 5 jam gitu tapi saya jadi tahu deh cara masak rendang gitu

    ReplyDelete
  16. Aku sudah pernah nyobain masak rendang pakai slow cooker, tapi rasanya masih kalah ya sama rumah makan padang langganan haha...beda resep kali ya

    ReplyDelete
  17. Terimakasih tips dan triknya mbak

    ReplyDelete
  18. Duh, rendang memang favorit. Tapi kebetulan saya baru bisa jadi penikmat Mbak hehe, belum bisa buatnya.. Rendang mertua biasanya model yang agak basah. Tapi wow rasanya, apalagi kalo dimakan dengan nasi panas..auto nambah. Makasi sharingnya Mbak, jadi belajar banyak tentang cara memasak rendang..

    ReplyDelete
  19. Duh, rendang memang favorit. Tapi kebetulan saya baru bisa jadi penikmat Mbak hehe, belum bisa buatnya.. Rendang mertua biasanya model yang agak basah. Tapi wow rasanya, apalagi kalo dimakan dengan nasi panas..auto nambah. Makasi sharingnya Mbak, jadi belajar banyak tentang cara memasak rendang..

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih telah singgah di rumahami. Mohon tidak meninggalkan link di kolom komentar. Admin menerima endorse dan kerjasama. Untuk info bisa ke wa.me/+6287775640471

Popular posts from this blog

Sebuah Review Film Nussa Rara. Ketika kepercayaan Orangtua ke anak, Membuat anak jadi Bisa.

Resep Daun Ubi Tumbuk Khas Batak

Tips Belajar Baking untuk Pemula