Tips Agar Anak Mau Makan Part 3




Assalamu'alaikum sobat rumahami, kali ini lanjutan dari part 2 sebelumnya ya. Di part 2 ada empat tips yaitu :

  1. Berdoa
  2. Makanan homemade.
  3. Fokus, dan
  4. Jangan sambil nonton atau main HP
Berikut sharing tips di part 3


5. Kenalkan rasa lapar.

Di grup ibu menyusui, kadang ditemukan ibu dengan anak usia setahun ke atas, yang susah makan. Ditelisik, ternyata si anak masih dominan ASI/sufor daripada makanan padat. Di atas umur setahun, kita sudah bisa mengatur jam makan anak ya Bun. Setidaknya di jam makannya, jangan ada ASI/Sufor. Di luar jam makan mah, bebas. Di atas umur setahun, adalah tahap penting untuk mengenalkan makanan padat ke anak. Kebutuhan anak terhadap makanan padat sudah lebih besar, daripada makanan cair.

Begitupun, tetap ada anak yang sampai umur empat atau lima tahun, hanya minum susu tanpa makan berat. Trully, selama tidak ada indikasi medis yang menyebabkan anak makan minum dalam bentuk cairan, jangan lakukan itu.  


6. Makan setelah mandi.

Begini sobat rumahami, pernah gak kita melihat, atau melakukannya ke anak sendiri. Anak pagi-pagi baru bangun, badannya berkeringat. Popok atau pampersnya dari malam belum diganti. Dia juga masih ngantuk. Lalu disodorin semangkok makanan. Kita sendiri coba bayangkan. Baru bangun, badan tidak segar, belum sikat gigi, hawa bau naga, belum sadar betul, pas buka mata langsung disodori sepiring nasi, bisa gak nasi itu kemakan? Kemungkinan besar, enggak. Kalaupun mau, habisnya lama.

Jadi, ayo dicoba. Sebelum makan, mandikan anak. Kalau umur satu tahun kan sudah bisa mandi air dingin. Begitu dia bangun, langsung mandikan.  Jika anak mandinya air hangat, berarti air hangatnya sudah tersedia sebelum si anak bangun.

Anak sudah mandi, badannya segar, apa mau makan? Apa lama? Namanya mengajarkan kebiasaan baik pasti perlu waktu.  Konsisten seminggu aja melakukan ini, akan ada hasilnya.

Dikatakan konsisten jika, selain makan sesudah mandi, konsisten juga bagi ayah/bunda/pengasuhnya, untuk tidak beraktivitas lain saat memberi makan anak. Tidak main hp, tidak sambil nyuci, bukan sambil nyapu.

Lalu bagaimana dengan beberes rumah? Kalau pagi ya harus urus makan anak dulu. Beberes dinomorduakan. Cuekin dulu cucian yang menumpuk, piring kotor, kain di jemuran. 

Percaya deh, lama anak makan setelah dia dimandikan, lebih cepat dibandingkan durasi anak makan pas baru bangun. Tapi semua bertahap ya. Tidak bisa instant jadi kita perlu sabar juga.

Pengalamanku pas anak pertama susah makan. Maka di anak kedua aku tak mau mengalami ini lagi. Selain tanya ke orang sekitar, juga membaca buku baik online maupun buku beneran. Alhamdulillah si anak pertama sekarang doyan makan. 


7. Menu lengkap atau seadanya?

Lihat situasi juga. Sebaiknya menu lengkap yang terdiri dari karbo, protein dan serat.  Tapi, kan kita juga selaku ibu ibu kadang gak selalu bisa. Waktu anak masih makan bubur, idealnya pagi-pagi buburnya sudah  dimasak. Jadi mau tak mau emak mesti bangun pagi sebelum anaknya bangun.

Tapi,kalau emak bangun kesiangan, ya tidak harus maksa pagi anak makan menu lengkap. Bisa sediakan bubur instant. Tapi balik lagi, untuk bubur instant ini dibatasi maksimal berapa kali dalam seminggu. Lalu makan siang dan sore si bayi makan bubur yang homemade. Andalanku setelah anak makan nasi, pagi makan nasi telor ceplok, siang baru menu lengkap ada ikan dan sayur.


8. TegaS

Apa itu TegaS? TegaS adalah singkatan dari Tega karena Sayang.

Membiasakan anak makan adalah hal baik yang akan dibawa seumur hidup. Selama anak tidak ada penyakit tertentu, jika anak nangis...biarkan.

Jika anak minta susu/ASI terlebih di jam makannya, untuk anak di atas usia satu tahun, tahan. Anak bebas minum ASI/susu di luar jam makan. Tapi tidak di jam makan. Antara anak dan kita. Kitalah yang dewasa. Anak anak kan memang otaknya belum sempurna. Jadi jangan kalah dengan anak.

Jika anak tantrum, selama tidak membahayakan diri, biarkan. Tidak akan menuruti anak yang tawar menawar untuk makan. Misal, mau makan sambil nonton, mau makan jika diajak ke ke minimarket/mal,  jika dibawa ke taman, jika sambil motoran, dan jika-jika lainnya.


9. Menu beda setiap hari

Dengan adanya menu yang berbeda setiap hari, anak-anak akan penasaran. Apalagi jika makan bareng keluarga. Menu berbeda tidak harus mahal. Misalnya hari ini ikan sambal dan sayur, besok ikan pindang dan sayur, ayam, dan udang. Jenis ikan banyak banget jadi lauk ikan dalam seminggu bisa 3-4 kali. 

Spesial untuk telur sebagai makanan idola sedunia yang gampang buatnya, jangan diberi di tiap waktu makan ya Mom. Jadi telur itu hanya muncul sebagai lauk sekali sehari saja. Lidah anak kita juga perlu merasakan aneka ragam rasa. Kasihan kalau dia cuma suka lauk tertentu. Ada masanya dia minder. 

Nah, anak balita di atas dua tahun, sudah bisa banget, makan jenis makanan yang sama dengan AyahBundanya. Jadi tidak ada cerita misal AyahBunda makan ikan goreng dan sayur, anak lauknya sosis atau nugget pagi siang malam. Tidak ada lagi juga cerita, misal kita sedang jalan jalan ke rumah saudara atau makan di resto seafood, anak minta digorengkan telor ceplok atau ayam goreng. Tidak ada. 

Dia makan apa yang ibu masak. Kalau kemudian anak tidak suka pedas, tidak apa. Yang penting menu dia sama dengan kita. Pada akhirnya poin ini mengajarkan kepada anak untuk belajar bersyukur pada Tuhan. Memakan apa yang terhidang. Jangan mencari yang tidak ada. 

Tinggal nanti dilihat jika ada alergi pada makanan tertentu, bisa konsul ke dokter. 


10. Porsi sesuai umur

Menyajikan makanan pada anak tidak bisa sekaligus banyak. Coba sedikit dulu, jika anak minta lagi, baru ditambah. Anak akan bersemangat melihat bahwa dia bisa menghabiskan makanan porsi kecil di piringnya. 

Menyajikan makanan dalam porsi besar yang tak mampu dia habiskan, bisa membuatnya trauma lalu menolak makan.

Setelah beberapa kali makan, kita bisa tahu takaran makan anak.


11. Makan Bareng Yuuuk


Sumber foto : Freepik

Sebenarnya ini cara paling cepat kalau mau anak doyan makan. Anak adalah peniru ulung. Jadi ketika dia melihat ayah bundanya makan di depan dia, dia juga bisa lahap. Berkebalikan jika anak disuruh makan, tapi ayah bunda atau pengasuhnya, malah main HP, atau mondar mandir sambil nyapu rumah. Siapa yang dia contoh? Tidak ada. 

Apakah aku selalu berhasil? Tentu tidak! Kadang mood naik turun, tapi ya dijalani saja. 

Kadang aku capek. Kemarin anak  sakit atau ayahnya sakit. Atau ada acara. Tak selalu bisa sesuai harapan. Setidaknya kita punya rule yang jadi target. Bisa skala 7 dari 10, sudah bagus. 

Akhirnya aku jadi ingat ke anak pertama yang sempat picky Eater. Di part sebelumnya aku pernah cerita, kalau aku masak SOP ayam, anakku yang kala itu umur tiga tahun, ga mau makan. Disuapkan pun ga mau. 

Eh pas ada saudara datang, dia malah minta makan. Menunya tetap sama. Tapi anakku itu dibiarkan makan sendiri oleh saudara, sambil diajak cerita. 

Beda banget dengan ibunya, yang kalau nyuapin makan sambil merepet yang lebih kurang kalimat, "Kamu gimana sih? Ini kerjaan Bunda masih banyak. Mau nyuci, masak, nyapu rumah, cepat makannya!" Kira-kira kalau begini, anak jadi mau makan apa gimana?#nunjuk diri sendiri😑

Jadi yang masalah, bukan makanannya, bukan orangnya. Tapi cara kita yang salah.  Mari kita perbaiki. 

Semua butuh proses. Berdoa juga, usaha juga.  Lebih bagus lagi kalau 11 cara ini dilakukan bersama suami istri. Bikin anak berdua, ngurusnya juga sama-sama, ya khan?

Karena memang segala urusan kita serahkan pada Allah. Maka urusan anak yang susah makan ini, juga kita minta pertolongan Allah. Kita berdoa supaya ini berhasil. 


Bekasi, 25 Mei 2022
Rizka Amita, Ibu dua anak.
Menulis untuk belajar 
 

 

 

 

 

 

Comments

  1. Lega setelah baca keseluruhan artikelnya. Sungguh ini tiga bagian yang sangat syarat ilmu dan pengalaman. Meski setiap pola asuh anak berbeda, tapi saya sangat suka dengan pengalaman yang dibagikan seperti ini. Izin saya contek ya pengalamannya

    ReplyDelete
  2. Ah iya, makan setelah mandi itu bisa bikin anak lahap ya ... karena habis mandi, badan jadi segar dan perasaan lebih nyaman, jadi anak bisa lebih kooperatif.

    ReplyDelete
  3. Kalau saya kebanyakan tegas, ampun deh, mamak galak banget :D
    Ya gimana kalau nurutin anak nggak mau makan, emaknya ga bisa ngapa-ngapain.
    Alhamdulillah, anak-anak mau makan sesuai jam makan, kalau nggak doyan, saya biarin, dan nggak boleh jajan, abis itu dia lapar-lapar sendiri, wkwkwkwk

    ReplyDelete
  4. Mantap banget yaa...
    Aku juga pernah banget memasuki masa-masa anak GTM. Rasanya HIH banget.
    Tapi balik lagi, kudu dicari akar masalahnya agar sama-sama nyaman. Dari sisi anak, kita belajar memahami bahasa tubuh dan kalau sudah bisa diajak berdiskusi, malah lebih bagus lagi.

    Tips anak agar mau makan ini harus banget dibaca dan dicatat baik-baik.

    ReplyDelete
  5. Wah ini part 3 ya, aku baca terus lho dari part 1
    Maklum, anak anakku itu susah makan

    ReplyDelete
  6. Point nomor 9 ini yg kadang lupa diterapkan.. Padahal porsinya untuk anak sudah banyak, tapi karna porsi kita banyak jadi terlihat sedikit makannya.. Apalagi kalau makannya tidak habis, disitulah kadang ku merasa lupa.. Makasih remindernya mba :D

    ReplyDelete
  7. Wah thanks Mbak. Kebetulan aku lg ajarkan anak makan cepat. Karena dia suka ngga fokus makan. Akhirnya setelah ditetapkan waktu bisa juga agak cepat makannya. Ternyata ngaruh makan waktu dia lapar

    ReplyDelete
  8. Nah, part 3 ini hampir semuanya pas sudah aku praktekkan di rumah. Cuma ya itu, terganggu dengan anggota keluarga lain seperti kakek neneknha. Suka skip jam makannya dengan makan dulu baru mandi.

    ReplyDelete
  9. Anak saya biasa saya tunggu lapar banget dan Alhamdulillah lahap

    ReplyDelete
  10. Tegas, alias tega karena sayang. MasyaAllah, ilmu bagus ini Mbak. Kadang kita cenderung menuruti kemauan anak, yang penting tujuan tercapai. Padahal proses itu sendiri juga harus berjalan benar. Terima kasih sudah jadi pengingat ya Mbak. Semoga anak-anakku pun makin tertib dalam urusan makannya.

    ReplyDelete
  11. Iya kalau makan dalam keadaan bersih, habis mandi, kita aja jadi lebih lahap. Karena badannya seger apalagi anak-anak.

    ReplyDelete
  12. Masa GTM Itu memang masa paling bikin adem panas, gelisah, galau, merana ya wkwwk

    ReplyDelete
  13. Anak GTM itu memang jadi masalah tersendiri Ya kita harus pintar-pintar menyiasati supaya tidak susah makan

    ReplyDelete
  14. Bener banget mbak, kita gak bisa nyuruh anak mandi dulu sebelum makan, kalau sebagai orangtua gak memberikan contoh terlebih dahulu ya. Lagi pula untuk kesehatan memang lebih baik makan itu dilakukan setelah mandi

    ReplyDelete
  15. Masyaallah beneran banget nih tentang membiasakan makan pada anak ini banyak kendalanya. Dari sekian tugas mengasuh bayi, ngasih makan menurutku PR ynag paling susah. Kebiasaan yang susah untuk dihilangkan di keluargaku adalah anak makan sambil main hp dan tidak makan berbarengan dengan anggota keluarga yang lain.

    ReplyDelete
  16. Tegas ini yang sulit. Tapi ya itu perlu latihan dan konsisten lagi untuk melakukannya.

    ReplyDelete
  17. Tipsnya oke banget ini..lengkap. Di poin terakhir: Makan Bareng, selain anak jadi mau makan saya juga dapatkan manfaat. Jadi saya itu tipe pilih-pilih makan sayur, kebalikannya Bapaknya anak-anak sangat suka sayur - apa aja. Nah, sejak kecil anak-anak dibiasakan makan bareng saat bisa, dan lihat Bapaknya. Akhirnya kini mereka berdua sudah remaja, sama sayur apapun suka.

    ReplyDelete
  18. saudara saya juga menerapkan menu berbeda tiap hari, bikin anak ga bosen kalau tiap hari baru gitu, dan kadang keponakan saya suka nanya, besok makan apa lagi mah katanya

    ReplyDelete
  19. Menarik sekali tipsnya mba, memang kayaknya salah satu momok ibu mana pun ya perihal anak gamau makan. Semangat untuk para Ibu!

    ReplyDelete
  20. Iya nih salah satu cara untuk membangkitkan keinginan makan anak adalah dengan makan bersama, ini ritual yang paling disukai anak-anakku ketika masih kecil, paling lahap kalau diajak makan bareng meskipun lumayan merepotkan karena anak selalu penasaran dengan isi piring orang disekitarnya.

    ReplyDelete
  21. Duh, jadi inget anakku Mba Ami. Agak susah emang makannya. Dia mungkin bisa makan hanya Setengah porsi aja, sisanya harus saya suapin. Bentar lagi dia mau masuk SD emang, cuman ya begitulah. Btw makasih ya tipsnya.

    ReplyDelete
  22. Bagus banget tips2nya mba. Ternyata membangun kebiasaan makan anak dengan baik, banyak yang harus dibiasakan ya, do and donts juga harus diinget. Wah kebiasaan aku tuh, menu anak sama ortu beda, memang jadi merepotkan, akan diikuti tips dari artikel ini. Terima kasih sharingnya

    ReplyDelete
  23. Tampak sepele, tetapi cara makan ini bisa kebawa sampai dewasa, ya. Yang sedang saya usahakan itu mandi dulu sebelum makan karena hal itu bisa mengefisienkan waktu juga. Kalau makan dulu baru mandi kan nggak bisa langsung, harus nunggu dulu minimal setengah jam.

    ReplyDelete
  24. Banyak ibu-ibu yang mengalami anaknya susah makan. Saya sendiri sewaktu kecil termasuk tipe susah makan. Giliran besar, malah doyan kulineran. Hahaha.

    ReplyDelete
  25. Iya, saat makan bersama sama anak biasanya lebih lahap makannya
    Mereka happy berada diantara orang orang tersayangnya

    ReplyDelete
  26. Ingat zaman kecil dulu susah banget di suruh makan sama orang tua, tapi cara makan bareng itu salah satu cara yang lumayan berhasil buatku dulu

    ReplyDelete
  27. Anak GTM itu hampir semua orang tua pernah dibikinnya pusing. Haha. Dulu masa anak-anakku kecil, keduanya juga pernah gtm. Alhamdulillah makin gede, makin mudah maemnya. Soal gtm ini juga sering dibahas dokter Tan shot Yen di IG beliau. Walau anakku udah gede, aku suka turut menyimak bahasannya. Suka. Karena selalu komperhensif.

    ReplyDelete
  28. Makan bareng ini seru banget sih yaa..
    Anak-anak jadi belajar adab makan bersama keluarga.

    ReplyDelete
  29. Menarik sekali mbak. betul selain mandi sebelum makan. makan bareng bikin anak semangat makan.
    makasih mbak shareing ilmunya 😍

    ReplyDelete
  30. Buibu jaman now wajib baca nih

    Bener2 nambah wawasan.
    Dan smoga tips ini bisa diterapkan dgn baik ya.

    ReplyDelete
  31. Makan bareng mmg lbh seru. selain bisa meningkatkan bonding jg bs meningkatkan selera makan

    ReplyDelete
  32. betul banget mbak, sat anak mengalami GTM tantangannya lebih lagi, tapi dnegan anak mengenal rasa lapar jadi lebih mudah, mengurangi kudapan juga bisa, kadang mereka beralasan kenyang. Yang masih PR buat saya adalah variasi jenis makanan, padahal dulu saat mpasi sudha dikenalkan berbagai macam dan mereka suka, la kok sekarang setelah agak besar, kok malah jadi picky eater sampai bingung variasinya saya

    ReplyDelete

Post a Comment

Terimakasih telah singgah di rumahami. Mohon tidak meninggalkan link di kolom komentar. Admin menerima endorse dan kerjasama. Untuk info bisa ke wa.me/+6287775640471

Popular posts from this blog

Sebuah Review Film Nussa Rara. Ketika kepercayaan Orangtua ke anak, Membuat anak jadi Bisa.

Resep Daun Ubi Tumbuk Khas Batak

Tips Belajar Baking untuk Pemula