Review Film Korea Miracle of Cell No 7

in , by Rizka Amita Ridwan, September 11, 2022

Selamat datang di rumahami. Kali ini aku mau sharing review film 'Miracle of Cell No 7', versi Korea 2013.  Waktu aku lihat di gugel ternyata film ini memang hits pada zamannya dan sudah diadaptasi ke beberapa bahasa, antara lain:


  1. Turki

Di Turki, film Miracle of Cell No 7 diadaptasi dengan judul

'7 Kogustagi Mucize'. Disutradarai oleh Mehmet Ada Oztekin. Dirilis tahun 2019

  1. Brunei Darussalam.

Di Brunei, film ini rilis 2019.

  1. Filipina

  2. Indonesia

Untuk versi Indonesia, dirilis tanggal 8 September 2022 disutradarai oleh Hanung Bramantyo, dan

  1. India


Jika sampai diadaptasi ke beberapa bahasa, maka bisa dipastikan kalau film ini bagus. Film ini aslinya bergenre komedi. Tapi lebih dominan sedih dari senangnya. Siapin tissue ya. Menonton film ini mengingatkanku bahwa tak cuma ibu, ayahpun rela berkorban untuk anak. 



  1. Tas Sailormoon Awal Masalah




Film 'Miracle of Cell No 7' versi Korea, bercerita tentang Lee Yong Goo, seorang pria dengan keterbelakangan mental yang merawat anak semata wayangnya, Yea Seung, sepenuh hati. Tinggal di rumah sempit, Lee Yong Goo selalu mengawali pagi dengan berjalan bersama Yea Seung, untuk jalan ke arah yang berbeda. Lee Yong Goo ke arah toko kelontong tempat dia bekerja sebagai tukang parkir. Dan Yea Seung berjalan ke arah sekolah. Momen pisah arah di depan rumah ini dikemas secara kocak oleh sutradara Lee Hwan-Kyung.


Yea Seung berjalan pelan, Lee Yong Goo pura-pura berjalan lebih cepat berlawanan arah di depannya. Lalu Yea Seung menghitung angka 'Hana, Dul, Set!" maka Yong Goo melompat berbalik memutar badan ke arah Yea Seung, sambil tertawa-tawa. Sesederhana itu kebahagiaan mereka. 


Sumber Foto: Tangkapan Layar


Satu hari, Yong Goo dan Yea Seung melihat tas kuning bergambar Sailormon di etalase toko. Yea Seung ingin tas itu. Tapi saat tas Sailormoon ditunjuk di etalase, ternyata tas itu sudah dibeli komjen polisi untuk anaknya.


Yea Seung dan Yong Goo terkejut. Tas tinggal satu tapi diambil orang. Yong Goo panik. Ia masuk ke dalam toko sambil berkata, "Itu punya Yea Seung. Itu punya Yea Seung." Komjen merasa terganggu hingga memukul Yong Goo berulangkali dan Yea Seung memohon ampun. 


Masalah dimulai besok harinya. Putri Komjen melihat Yong Goo di parkiran toko kelontong dan berkata pada Yong Goo, "Aku tahu ada toko lain yang juga menjual tas ini." 


Saat itu Yong Goo baru gajian jadi dia senang waktu diajak anak Komjen. Dia mengikuti arah jalan anak Komjen. Sayang baru jalan sebentar, tiba-tiba putri Komjen jatuh tak sadarkan diri. Tidak ada orang selain Yong Goo saat itu. Yong Goo mencoba melonggarkan rok si putri Komjen. Yong Goo juga memberi napas buatan. 


Kebetulan ada seorang ibu lewat melihat ini dan langsung histeris. Ibu itu berpikir kalau Yong Goo telah membunuh dan memperkosa putri Komjen. Segera Yong Goo ditangkap. Ada kamera dimana-mana. Yong Goo sendiri tidak tahu apa yang terjadi. Refleks dia teringat pada Yea Seung. Dia ingin pulang karena Yea Seung sendiri di rumah. "Aku ingin pulang. Yea Seung sendiri di rumah."


Yong Goo dijanjikan akan pulang setelah reka adegan. Dia disuruh buka celana padahal di kejadian nyata, dia tidak membuka celananya. Yong Goo berusaha menuruti perintah Pak Polisi karena dia dijanjikan boleh pulang setelah itu.


Faktanya sejak itu, Yong Goo tidak pernah pulang ke rumah. Tinggallah Yea Seung sendiri.  Yea Seung akhirnya dititip ke panti asuhan. Karena tidak mungkin anak sekecil itu sendiri di rumah tanpa orang tua.



    B. Memulai Hidup di Penjara


Hanya seminggu dari kejadian, Yong Goo langsung masuk penjara di sel nomor 7. Konon sel ini punya pengamanan berlapis. Ada lima orang di sel nomor 7 dengan kejahatan berbeda, yaitu: 

  1. Shin Bong Sik, pencopet, diperankan oleh Jeong Man Sik,

  2. Choi Choon Ho, kasus penipuan. Diperankan oleh Park Won Sang.

  3. Man Beom, kasus perzinaan. Diperankan oleh Kim Jung Tae,

  4. Kakak Seo, penipu, yang diperankan oleh Kim Ki Cheon.

  5. So Yang Ho, mantan gangster penyelundup tapi buta huruf. So Yang Ho merupakan pimpinan sel nomor 7.


Kedatangan Yong Goo bukannya disambut. Ia malah dipukul beramai-ramai. Hal ini karena mereka melihat penyebab Yong Goo masuk penjara, yaitu pembunuhan dan pemerkosaan anak kecil. Tahanan di sel semakin emosi.


Dengan kemampuan bicara yang rendah, Yong Goo tidak bisa membela diri. Tapi ada satu momen saat So Yang Ho, si kepala sel no 7, hampir dilukai oleh tahanan lain. Yong Goo berusaha menepis pisau yang hendak menusuk So Yang Hoo. So yang Ho terjungkal, Yong Goo tertusuk sampai harus dirawat. Detik itu timbul pertanyaan di kepala So Yang Ho. Bagaimana bisa lelaki sebaik Yong Goo. memperkosa anak kecil?


Ingin berterima kasih pada Yong Goo, So Yang Ho bertanya apa yang bisa dia lakukan untuk membalas jasa Yong Goo. Dengan lugunya Yong Goo berkata, "Aku ingin Yea Seung." Seluruh penghuni sel nomor 7 terkejut atas permintaan Yong Goo. Bagaimana anak perempuan bisa masuk ke penjara khusus pria? Tapi niat sudah terucap. Sebagai mantan gangster, harga diri So Yang Ho terusik jika dia melanggar janji. Maka  diaturlah cara agar Yong Goo dapat bertemu anaknya. Caranya? Saat kunjungan rohani pendeta ke penjara, Yea Seung dijadikan anggota paduan suara untuk menghibur narapidana. Yea Seung dimasukkan ke dalam kardus lalu didorong pakai trolly menuju sel nomor 7. Yong Goo kegirangan bertemu Yea Seung. Berulangkali ia ucapkan terima kasih. Dia berselera makan lagi setelah sebelumnya cemberut terus.


Kebersamaan Yong Goo dan Yea Seung ada waktu dua jam. Tapi pendeta terkena serangan jantung jadi kelompok paduan suara harus pulang lebih cepat. Belum dua jam, Yea Seung segera dimasukkan ke kotak lagi, dibawa pakai trolly lagi, untuk diantar ke kumpulan paduan suara. Tetapi bus pembawa kumpulan paduan suara sudah pergi. Meninggalkan Yea Seung di dalam kardus, bersama Man Beom yang kebingungan. Masalah datang lagi!



C. Yea Seung Tinggal di Penjara.


Sebagian napi di sel no 7 ketakutan. Masa tahanan mereka bisa bertambah jika menyembunyikan anak-anak di dalam sel. Seorang tahanan sempat mengancam akan melaporkan keberadaan Yea Seung. Tapi perbuatan ini malah dilarang So Yang Ho si ketua gangster. Dengan matanya sendiri, dia melihat Yong Goo gembira sejak kehadiran Yea Seung. Ia tak mau Yong Goo bersedih lagi.


Sumber Foto: Tangkapan Layar

Keberadaan Yea Seung di sel nomor 7, akhirnya ketahuan oleh kepala penjara yang bernama Jang Min Hwan. Mengetahui bahwa anak perempuan bernama Yea Seung adalah anak dari tersangka pembunuh dan pemerkosa, Jang Min Hwan marah besar. Yea Seung langsung dipisahkan dari ayahnya. Yong Goo dipukuli lagi oleh Jang Min Hwan. Lalu Yong Goo diikat tangan dan kakinya, untuk dimasukkan ke sel khusus. Di dalam sel khusus, Yong Goo selalu memanggil Yea Seung.


Sumber Foto: Tangkapan Layar


Di tempat terpisah, Yea Seung tak bisa tidur. Sepanjang malam dia menangis. Baginya tak ada tempat sehangat dekapan ayah. Ibu sudah tiada. Cuma ayah tempatnya bersandar. Dia tak mengerti kenapa ia dipisahkan dari ayah. Sedih berlarut membuatnya tak mau makan minum. Akhirnya Yea Seung jatuh sakit dan harus diopname.



        D. Kebakaran di Penjara.


Waktu Yong Goo di sel khusus, seorang napi mengamuk. Ada napi yang iri mendengar berita anak Yong Goo bisa masuk, tapi orangtuanya tidak bisa masuk. Napi itu membakar kamar sambil menjerit-jerit. Akhirnya api merambat cepat dan seluruh tahanan dikeluarkan, termasuk Yong Goo.

 

Semua orang berusaha menyelamatkan diri. Tapi Yong Goo malah memutar arah, berusaha menyelamatkan kepala penjara, Jang Min Hwan. Jang Min Hwan tertimpa kayu dan terperangkap api. Begitu selamat dan bangun, Jang Min Hwan diberitahu oleh dokter bahwa Yong Goo-lah penyelamatnya. Kembali muncul keraguan bahwa Yong Goo seorang pembunuh. Berhari-hari Jang Min Hwan merenung. Sungguh ini adalah hal pelik.

 

Belum usai masalah kebakaran, Yea Seung jatuh sakit akibat rindu pada sang ayah. Saat Jang Min Hwan mengunjunginya, Yea Seung berkata lirih, “Aku tak ingin pergi jauh lagi. Bisakah Kau menangkapku?” 


Sumber Foto: Tangkapan Layar


Kunjungan kali itu membawa harapan baru bagi Yea Seung. Setelah sembuh, Jang Min Hwan membawa kembali Yea Seung ke penjara persis seperti awalnya. Yea Seung dibawa dalam kardus yang didorong trolly tanpa ragu melewati para sipir. Kedatangan Yea Seung kali ini direstui kepala penjara. 



   E. Menghitung hari Menuju Eksekusi


Keberadaan Yong Goo di sel nomor 7, sebenarnya hanya sementara. Yong Goo  ditempatkan di sana untuk menunggu penentuan tanggal eksekusi mati.


Belum jelas kebenarannya, reka adegan dibuat-buat, Komjen yang temperamen, dan disabilitas mental Yong Goo, membuat film bergenre komedi ini justru buat penonton bersedih. Yong Goo langsung dapat hukuman mati untuk kejahatan yang tidak dilakukannya.


Kedatangan Yea Seung membuat sel no 7 kembali ceria. Sangking cerianya, Yong Goo sampai merasa semua makanan di penjara enak. Yea Seung juga mengajari So yang Ho, si ketua sel, membaca. Salah satu alasan So Yang Ho belajar membaca adalah, agar So yang Ho bisa membacakan cerita untuk Yea Seung. Yea Seung juga membawakan handphone untuk Beom Sik yang sedang menunggu kelahiran anak pertamanya. 


Bersamaan dengan itu Jang Min Hwan berusaha membuka kembali kasus Yong Goo. Dengan jabatannya, dia punya akses membuka berkas Yong Goo. Ada tulisan pengakuan, dan dia meragukan Yong Goo bisa menulis serapi itu. 


Di dalam penjara, So Yang Hoo juga meragukan kebenaran perbuatan Yong Goo. Bagaimana mungkin Yong Goo yang begitu polos bisa memperkosa anak-anak? Mulailah mereka berenam termasuk Yong Goo, menggali dan me reka ulang kejadian.     

“Kenapa Kau buka celananya?” tanya So yang Ho.

     “Aku buka celananya untuk melonggarkan napas,” jawab Yong Goo.

     "Kenapa Kau cium dia?”

   “Aku melakukan napas buatan. Bukan menciumnya."

     “Kau pukul kepalanya pakai batu?”

     “Tidak. Dia sudah terbujur kaku waktu aku melihatnya,” jawab Yong Goo lagi. 


Lalu mereka membuat reka ulang adegan dengan Beom Sik sebagai anak Komjen. Tak sulit memprediksi bahwa anak Komjen meninggal karena terpeleset. Saat itu musim dingin, jalan menjadi licin dan keras.  Saat terpeleset, ia refleks berpegangan pada tali yang terhubung dengan sebuah batu bata. Tapi batu bata ini malah kena kepalanya. Jadi sama sekali tidak ada pembunuhan dan pemerkosaan. Tapi Yong Goo dipaksa mengakui itu. 


Dalam penjara juga, kelima penghuni sel melatih Yong Goo untuk menolak mengakui kejahatan itu. Tempat Yong Goo dan Yea Seung harusnya di luar penjara, bukan di dalam. Bahkan mereka juga merancang cara agar Yong Goo bisa melarikan diri versama Yea Seung memakai balon udara. Jika Yong Goo bisa melarikan diri pakai balon udara, maka Yong Goo tak perlu menghadapi sidang akhir. Sayang pelarian balon udara gagal karena talinya tersangkut pagar penjara.


Yea Seung tetap sekolah selama di dalam penjara. Jang Min Hwan selalu mengantar jemput Yea Seung ke sekolah. Sesekali Yea Seung diajak tinggal di rumahnya. Kehadiran Yea Seung membawa bahagia bagi Jang Min Hwan dan istri  yang baru kehilangan anak.



F. Ending Menyedihkan


Jang Min Hwan sadar siapa dirinya. Semua orang tahu kalau Pak Komjen adalah orang yang temperamen. Tapi harapan bahwa Yong Goo bisa bebas adalah tujuannya. Dengan segenap keberanian dia menghadap Pak Komjen.  Komjen Polisi malah bertanya balik, "Apakah Kau tak pernah kehilangan anak?"


"Ya, oleh salah satu tahanan di penjaraku." jawab Jang Min Hwan.


Tetapi komjen tidak bersedia membatalkan tuntutan. Bahkan ia memukuli Yong Goo sambil mengancam akan membunuh Yea Seung jika Yong Goo menolak mengaku. Komjen tidak mau membatalkan tuntutan karena ia sudah malu. Sungguh pilihan berat bagi Yong Goo. Setelah Yong Goo (terpaksa) mengaku, tanggal eksekusinya justru ditetapkan. Yaitu 23 Desember. Sedihnya lagi di persidangan, dia seperti bicara sendiri. “Tolong selamatkan Yea Seung.” 


Menjelang natal, remisi diberikan kepada para napi. Tapi ada juga yang keluar. Keluar adalah istilah untuk eksekusi hukuman mati. Salah satunya Yong Goo. Wajah Jang Min Hwan menjadi kaku sejak itu. Setelah berjibaku deengan tahanan di sel no 7 untuk melatih Yong Goo supaya menolak tuduhan, semua sia-sia. Dia tak mampu berkata apa-apa. Karena kecewa, jang Min Hwan sampai mengoyak surat pengakuan Yong Goo.


Tiba hari dimana eksekusi mati Yong Goo. Di punggungnya tertulis pesan para tahanan, kami mencintaimu. Yong Goo keluar sel diiringi tatapan para tahanan. Dia berjalan dengan Yea Seung. Sipir dan kepala penjara berwajah lesu mengikuti langkah Yong Goo. Tak kuat melihat kisah Yong Goo. Mereka tahu Yong Goo adalah korban. Lebih kasihan lagi melihat Yea Seung yang tidak mengerti apa-apa.



Di pintu batas penjara dan dunia luar, terjadi dialog mengharukan antara Yong Goo dan Yea Seung. Yong Goo bersimpuh di depan Yea Seung.


        “ Yea Sung bisa pergi. Yea Seung bisa hidup tanpa Ayah, kan?” tanya Yong Goo.

        “Ayah bisa pergi sendiri, kan?” Yea Seung bertanya balik.

Yong Goo mengangguk. Dia berusaha tegar. Dipeluknya Yea seung.

“Akan kudapatkan nilai bagus lalu aku datang ke sini lagi, Ayah, Selamat Natal"

Yong Goo cuma tersenyum sambil berkata, “Kau juga. Selamat Natal.”


Lalu mereka berpisah. Menyisakan tangis di antara keduanya. Yong Goo tetiba sadar, dia tak ingin berpisah dengan anaknya. Yea Sung berucap pelan, "Hana, Dul, Set!" Ia berharap ayahnya akan berbalik seperti kebiasaan mereka jika pisah arah di pagi hari.


Di balik pintu menuju ruang eksekusi, Yong Goo jatuh. Dia tahu eksekusi matinya hari itu. Momen Natal seharusnya mereka bersama. Tapi kini mereka berpisah. Yong Goo berlari berbalik arah menuju Yea Seung. Sayang Yea Seung sudah pergi. Itulah pertemuan terakhir Yea Seung dan ayahnya. Kelak Yea Seung dirawat dan disekolahkan oleh kepala penjara sampai Yea Seung menjadi pengacara.


Dua puluh tahun kemudian, Yea Seung juga yang meminta kasus ayahnya dibuka kembali. Yea Seung ingin nama Yong Goo bersih dari tuduhan pembunuh dan pemerkosa. Dulu waktu kecil ia tidak mampu membantu ayahnya. Sekarang setelah dewasa, dia bisa membersihkan nama sang ayah walau ayah sudah tiada.


Melihat film Miracle of Cell No 7 hingga usai, membuat kita sadar, wajar jika ayah adalah cinta pertama putrinya. Karena ayah rela berkorban sesakit itu. 


Rizka Amita
Penulis Buku 'Yes, You Can! Diary ASI Ibu Baru dan Perjuangan Menghadapi Babyblues.'
Bitread 2017.
Bekasi, 11 Sept 2022



















SHARE 27 comments

Add your comment

  1. Film ini memang sangat menyentuh. Sampai kini masih merupakan salah satu film favorit saya, meski endingnya tidak bahagia. Filmnya dikemas apik, jalan cerita tidak membosankan, humornya kena banget di saya, dan akting para pemainnya tidak diragukan. Saya belum melihat versi Indonesia tapi saya dengar sama menghmengharukannya. 😢

    ReplyDelete
    Replies
    1. Justru ending yang sad biasanya lebih terngiang-ngiang.
      Apalagi kalau based on true story. Makin ngenes lagi penonton dibuatnya yaa...

      Delete
  2. Sungguh mengharukan sekali cerita ini tapi saat di sayang ketidak adilan pada yong goon yg seharusnya di selidik dan di tuntas...

    Pantas aja film ini sudah diadaptasi oleh beberapa karena film ini benar-benar bagus banget dan siapkan tissu saat nonton film ini

    ReplyDelete
  3. Jujurly aku baru lihat versi Indonesianya dan udah aja banjir aer mata dong yeah hahaha. Terus aku lupa deh ceritanya yang drakor yang diinget cuma bersimbah tangisan doang sik. Baca ini jadi berasa recall deh.

    ReplyDelete
  4. Film ini bagus banget ya Mba. Sedih Aku nonton ini. Yea sung kecil Malang banget akhirnya kehilangan sosok ayah. Untunglah akhirnya nama baik ayahnya bisa dibersihkan. Pantesan aja filmnya ditayangkan di banyak negara, soalnya film ini bagus dan begitu menyentuh hati

    ReplyDelete
  5. Aku kemana aja ya baru tau ada film bagus begini, huhuhu.

    Sekarang aku lagi ngiblat ke Bollywood nih perfilmannya, jadinya kudet masalah perdrakoran. Next time kayaknya mau coba nonton deh, nyiapin mental dulu takutnya sesenggukan pas nonton hahaha maklum melankoli 😂

    ReplyDelete
  6. Film nya penuh bawang 😢
    Begitulah sayang dan cintanya orangtua kepada anak ya, seberat apapun pengorbanan yang harus dia lakukan demi membahagiakan anak, ia tak pernah mengeluh. Jadi inget Bapak rahimahumullah, yang udah banyak berkorban, tapi aku belum maksimal membahagiakannya :'( Al Fatihah

    ReplyDelete
  7. Kasus salah tuduh sampai dipaksa untuk beneran menjadi pelaku di dunia hukum ini selalu bikin hati miris. Dan karena film ini diangkat dari kisah nyata, maka penonton menjadi ikut larut dalam kisah sedih hubungan Bapak dan anak yang salah tuduh ini.
    Beneran mata sakit banget abis nonton Film Miracle of Cell No 7 karena bengep nangis-nangis teruuss sepanjang film.

    ReplyDelete
  8. Ini katanya bagus yaa filmnya tapi bukan genre saya dan nggak akan saya tonton sih. Sediiihhhh, paling nggak kuat nonton film atau drama yang ceritanya tentang keluarga udah gitu mewek-mewekan. Huhu. Sukses deh perfilman Indonesia..

    ReplyDelete
  9. Adegan paling nangis banget itu pas yong goo mau di eksekusi dan dia sadar g mau pisah dr anaknya 😭

    ReplyDelete
  10. pertama kali nonton ini dua tahun lalu kalau gak salah, dan langsung nangis kejer, ditonton ulang tetep aja nangis. sengaja gak nonton yang versi IOndonesia khawatir kecewa hahaaha

    ReplyDelete
  11. Film ini udah lama masuk list yang pengen saya tonton tapi ga jadi terus. Alasannya sih satu, takut mata bengkak hehe.. malangnya yea sung,

    ReplyDelete
  12. Wah iya, film asal Korea ini memang punya cerita yang bagus ya mbak
    Banyak diadopsi ceritanya di beberapa negara, termasuk Indonesia

    ReplyDelete
  13. Sedih sekali... Pantas saja animo masyarakat besar sekali di film ini, hingga sampai diadaptasi dan ditayangkan di beberapa negara, karena kualitasnya bagus banget. Baca reviewnya aja udah melted gini, apalagi kalau nonton langsung.... Thank you reviewnya mba...

    ReplyDelete
  14. Miracle of Cell No 7 adalah salah satu film Korea yang bisa buat aku menghabiskan satu box tisu
    Film ini semakin menyadarkan kita bahwa kasih sayang seorang ayah tidaklah kalah besar dengan kasih sayang ibu

    ReplyDelete
  15. Ini film Korea emang bikin meler bawang bombay nangis cirambay :') masih inget sih, mana aktingnya bagus semua. Salut juga versi Indonesia bisa sebagus ini

    ReplyDelete
  16. Bagus banget ya Mbak filmnya. Jujur, saya sempat gak sanggup buat lanjutin nonton film ini saking sedihnya.

    Satu hal yang sangat membekas, kebaikan yang kita lakukan, akan membuka kebaikan lain untuk diri kita.

    ReplyDelete
  17. Thanks reviewnya. Dari jalan ceritanya seperti filmnya bikin kita auto meewek nih. Harus sediain banyak tisu. Meski saya hanya bisa membaca review belum bisa nonton langsung

    ReplyDelete
  18. Nangess bombay aku pas liat film Miracle in the cell no. 7. Campur aduk rasanya antara marah karena ketidakadilan, terharu karena kasih sayang Ayah, dll. Emosional banget

    ReplyDelete
  19. Mewek memang film ini. Paling benci ending yang sad gini tp namanya juga film nggam selalu happy di akhir

    ReplyDelete
  20. Bikin mewek nontonnya yaaaa, film Miracle of Cell No 7 ini, membuat kita sadar dan mengingatkan jika ayah adalah cinta pertama putrinya sehingga ayah rela berkorban sedemikian rupa.

    ReplyDelete
  21. Yang versi Indonesianya mirip banget ya penuturannya. Jadi mewek deh di saat-saat terakhir ketika mereka hendak berpisah huhuhuuu... sedih bangeeettt

    ReplyDelete
  22. Saya belum pernah menonton film ini, tapi lumayan sering melihat cuplikannya. Sepertinya gak akan kuat nontonnya karena akhirnya menyedihkan. Tapi jadi mulai terbayang alur filmnya setelah membaca tulisan ini. Terima kasih ya Mbak.

    ReplyDelete
  23. nonton film ini berkali-kali selalu berurai air mata apalagi pas ayahnya mau dihukum mati itu. huhu. pengen nonton film Indonesianya nih tapi aku galau takut sedih banget jadinya

    ReplyDelete
  24. film ini, hope bikin nangis sekebon huhuhu, tapi lebih suka sama versi koreanya, dan penasaran dengan versi turkinya yang katanya endingnya dibuat berbeda

    ReplyDelete
  25. Sejauh ini saya masih belum paham betul jalan cerita film keren ini, sebatas melihat trailer kok nyesek gitu. Eh udah diadaptasi di berbagai negara

    ReplyDelete

Terimakasih telah singgah di rumahami. Mohon tidak meninggalkan link di kolom komentar. Admin menerima endorse dan kerjasama. Untuk info bisa ke wa.me/+6287775640471

© Tempat Lihat Suka Suka · Designed by Sahabat Hosting